Perekonomian Korea Selatan terseok-seok dua tahun terakhir

Financeroll – Perekonomian Korea bergerak paling lambat dalam dua tahun terakhir akibat krisis hutang Eropa memberatkan kegiatan ekspor negara tersebut. GDP Korea Selatan naik 0,4 persen dari kuartal ketiga saat GDP naik sebanyak 0,8 persen, ungkap Bank Sentral Seoul hari ini. Sebelumnya, para ahli memprediksikan kenaikan sebanyak 0,5 persen. Tahun sebelumnya, perekonomian Seoul naik 3,4 persen setelah naik 3,5 persen pada kuartal ketiga. Perkembangan ekonomi yang lambat dialami Korea Selatan sejak Juli 2010 lalu imbas dari krisis hutang Eropa yang memperlambat pertumbuhan ekonomi Asia. Sektor ekspor, investasi dan konsumsi lesu di kuartal ini. Won naik 0,7 persen menjadi 1.125,95 per dolar sementara KOSPI naik 0,1 persen. Selama enam bulan terakhir, KOSPI turun 6 persen, performa terburuk kedua diantara 10 negara Asia. Sektor ekspor Seoul turun 1,5 persen di kuartal keempat saat biaya pengiriman barang naik 2,2 persen. Kerjasama investarsi juga turun 5,2 persen dari kuartal

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com