Minggu depan, waktunya jual Dolar

Financeroll – Diujung tahun ini, nampaknya menjadi moment aksi jual bagi Dolar. Hingga penutupan perdagangan hari Jumat (23/12). Dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya dan akan sedikit terkoreksi kembali pada pekan yang akan datang seiring dengan upaya beberapa manajer portofolio yang tentu akan menyeimbangkan keuangan mereka di akhir tahun. Kenaikan bursa saham dan Obligasi tentu membuat keseimbangan portofolio perlu ditinjau kembali. Secara relative, para manajer portofolio memiliki asset dolar yang berlebih sehingga untuk menyeimbangkannya mereka akan menjual Dolar. Meski diakhir tahun ini indek S&P 500 hanya mampu naik 0.4 percent, namun sepanjang kuartal empat, indek ini mampu naik 11.6 persen. Terjadi kenaikan pula di bunga Obligasi. Secara fundamental, memang tidak banyak yang berubah. Kawasan Euro masih dibekap dengan krisis hutang dan para pemimpin Eropa masih juga belum memiliki solusi yang jitu dalam menyelesaikan krisis ini. Begitu juga para manajer investasi

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Harga penutupan minyak Brent, bertahan di sekitar $108 per barel

Financeroll – Mengakhiri perdagangan minggu ini, akhirnya harga minyak mampu bertahan dikisaran harga $ 108 per barel. Dukungan bagi harga minyak adalah sinyalemen menguatnya perekonomian AS dan keprihatinan pasar akan potensi gangguan suplai minyak dari Iran dan Irak. Klaim terbaru dari pemerintah AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran mengalami penurunan pada angka terendah sepanjang tiga setengah tahun ini. Dalam sebuah laporan yang disajikan pemerintah AS juga dinyatakan bahwa tingkat konsumsi meningkat, dibarengi dengan kenaikan konsumsi minyak pada tingkat tertinggi di awal bulan ini selama enam bulan terakhir. Harga minyak mentah jenis Brent menurun 24 sen ke harga $ 107.65 per barel sementara minyak mentah Light Sweet meningkat 14 sen ke harga $ 99.67. Berbagai data ini memang membuat kepercayaan pasar pulih, disisi lain pasar juga melihat keberhasilan Cina dalam melakukan soft landing perekonomiannya. Permasalahan yang masih mengganjal pasar adalah Eropa yang tak

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Apresiasi Aussie Terbentur 1.0180

Dollar Australia coba memperpanjang apresiasinya untuk 4 hari beruntun dengan diperdagangkan menguat tipis versus Greenback pada hari Jumat, seiring membaiknya sentimen pasar menjelang masa liburan akhir tahun. AUDUSD sempat menyentuh area tertinggi 2-hari di 1.0181 pada sesi perdagangan Asia, sebelum kemudian berbalik turun untuk diperdagangkan sideways pada kisaran Monexnews News

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Permintaan dolar turun, emas naik

Financeroll – Emas menguat dan bergerak menuju penguatan mingguan pertamanya dalam 3 minggu terakhir setelah data ekonomi yang positif dari AS dan melemahnya permintaan akan dolar. Emas kas mengakhiri dua hari pelemahannya dan naik 0,5% ke $ 1.614,05 per ounce dari $ 1.611,45 di Singapura. Kontrak Febuari naik 0.2% ke $ 1.613,50 di Comex. Jumlah pengangguran AS menurun minggu lalu kelevel terendahnya sejak 2008 sementara kepercayaan konsumen AS naik Desember, seperti ditunjukkan dalam sebuah laporan kemarin sehingga dolar melemah. Spot perak naik untuk pertamakalinya dalam 3 hari terakhir sebesar 0,9% ke $ 129,335 per ounce. Perak turun 5,1% pada 2011. Platinum naik untuk pertamakalinya dalam 3 hari terakhir, naik 0,3% ke $ 1.427 per ounce. Paladium kas naik jelang hari keempat sebesar 0,5% ke $ 655 per ounce, mengurangi pelemahan tahun ini menjadi 18%. Financeroll

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Analisa Fundamental Harian – Forex

Euro bertahan di sekitar $ 1.3 dan dolar juga hanya sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya, dipicu kenaikan bursa saham Amerika. Investor pun saat ini masih mencari-cari berita positif. Walaupun Euro sempat naik pada sesi Asia dan awal Eropa tetapi kembali turun ke level (penutupan) semula karena pelaku pasar baik investor maupun politisi masih meragukan dampak dari program pinjaman ECB yang terbaru. Kenaikan dolar dipicu data ekonomi klaim pengangguran yang secara mengejutkan turun signifikan. Hal ini bisa diartikan investor sebagai menuju perbaikan ekonomi AS. Depatermen tenaga kerja merilis data kalim pengangguran turun 4 ribu menjadi 364 ribu, jauh lebih rendah dari perkiraan para analis yang memberikan estimasi naik menjadi 376 ribu. Departemen Perdagangan pun merilis data PDB akhir yang direvisi turun menjadi 1.8% dari 2.0%. Resiko dolar AS menurun setelah keluar data pelemahan PDB, menyebabkan Euro menyentuh harga terendah kemarin, tapi kemudian menjadi stabil karena

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com