Analisa Tehnikal Harian – Index Saham Asia

Kospi Futures di chart harian membentuk pattern bullish long legged body dengan support awal di 237.10 dan resistan awal di 239.30. Adanya pergerakan koreksi yang tipis dari bursa Dow pada perdagangan akhir tahun, mengisyaratkan bahwa kondisi bursa saham Korea Selatan ini akan berbalik dalam tekanan aksi jual yang tipis pada perdagangan awal tahun nanti. Bila hari Senen nanti harga berhasil menembus support di 237.10 maka kondisi koreksi atau penurunan akan berlanjut ke level 235.75. Namun bila level 237.10 gagal disentuh, maka kondisi rebound atau kenaikan mengarah paling tidak pada resistan awal di level 239.30.   Hangseng Futures dan Nikkei Futures libur Tahun Baru.   SELAMAT TAHUN BARU!!!!! Financeroll

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Kemendag RI: Pertumbuhan Indonesia akan sebesar 6.5%

Financeroll – Dalam laporan akhir tahunnya, Kementrian Perdagangan RI menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 akan sebesar 6.5%. Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan menyatakan bahwa “Pada tahun 2012 volume perdagangan barang dan jasa dunia diperkirakan hanya tumbuh 5,8%, pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan volume perdagangan tahun 2011 sebesar 7,5%. Impor negara-negara maju diperkirakan hanya akan tumbuh 4% dan ekspornya tumbuh 5,2%. Sedangkan volume perdagangan negara-negara emerging and developing economies diperkirakan masih tumbuh lebih tinggi dari negara-negara maju, dimana impor diproyeksikan tumbuh 8,1% dan ekspor 7,8%,” ujar Mendag. Sementara Indonesia, menurut Gita Wirjawan meskipun pertumbuhan ekonominya masih akan terus membaik, namun angin badai ekonomi global mulai berhembus ke wilayah Indonesia. Penurunan permintaan global mulai terlihat dari tanda-tanda perlambatan kinerja sektor eksternal terutama di bulan-bulan

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Wall Street Tetap Pantau Eropa di 2012

Wall Street melemah di hari perdagangan terakhir untuk 2011 setelah rasio defisit Spanyol tegaskan kecemasan investor akan situasi di Eropa. Volume perdagangan cukup rendah seiring mayoritas pelaku pasar rayakan liburan Natal dan Tahun Baru. Sentimen cukup negatif setelah Spanyol utarakan defisit anggaran akan mencapai 8% GDP untuk 2011; lebih besar dari estimasi Monexnews News

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Analisa Fundamental Harian – Indeks Saham Asia

Saham Asia sedikit naik di sesi perdaggan akhir tahun, terangkat oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi AS, dengan indeks patokan wilayah Asia mengakhiri tahun 2011 dengan penurunan tahunan pertamanya dalam tiga tahun. Pada hari Jumat kinerja saham-saham di Asia mengikuti penutupan positif di Wall Street pada hari Kamis, dengan data pekerjaan dan perumahan Amerika mengisyaratkan adanya penguatan ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite naik 1,2 persen, sementara indeks Nikkei Stock Average naik 0,7 persen, dan indeks Hang Seng ditutup 0,2 persen lebih tinggi dalam perdagangan yang fluktuatif. Sementara itu di Australia, indeks S&P/ASX 200 tergelincir 0,4 persen dalam sesi perdagangan pendek, sementara pasar Korea Selatan ditutup untuk liburan. Namun untuk tahun ini, semua indeks saham Asia ditutup di wilayah negatif. Indeks Kospi turun 11 persen pada 2011, indeks S&P/ASX 200 turun 14,5 persen, Nikkei Average terjatuh 17,3 persen lebih rendah, Hang Seng Index turun 20 persen,

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Poundsterling tidak beranjak dari posisi awal tahun 2011.

Financeroll – Diakhir tahun 2011 ini, secara praktis posisi perdagangan GBP/USD masih tidak beranjak dari posisi pada Januari silam. Sterling memang mampu menguat di semester pertama tahun 2011 dengan mencapai level puncaknya di 1.6747 pada bulan April, namun kondisi Eropa yang terhantam Krisis hutang dan penyelesaian yang masih berbelit-belit hingga kini membuat Dolar kembali menguat dan pasangan ini akhirnya menutup akhir tahun ini dengan posisi yang tidak banyak berubah. Jatuhnya Sterling semakin terakselerasi dengan ketakutan investor global akan kondisi ekonomi internasional yang dianggap bisa resesi, hal ini membuat mereka umumnya enggan mengambil resiko (risk appetite) dan lebih mengamankan investasinya ( safe haven). Akselerasi Dolar terasa sejak September dimana pada bulan Oktober bahkan bisa mencapai ke level 1.5268, yang merupakan level terendah kedua pasangan ini sejak Juli 2010. Pada kuartal empat, Sterling mencoba bangkit kembali dan menguat sesaat bahkan mampu

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com