Harga Minyak Ditutup naik, $98.41

Financeroll – Yunani menjadi isu utama perdagangan hari ini, (07/02) dimana membuat Dolar AS melemah dan mendorong kenaikan harga komoditi dan bursa saham. Untuk perdagangan komoditi minyak berjangka, harga minyak kontrak Maret ditutup naik sebesar $ 1.50, atau naik sebanyak 1.6%, berakhir di $ 98.41 per barel di bursa New York Mercantile Exchange, sempat jatuh di awal perdagangan namun mampu bangkit dan mencetak penutupan dalam kinerja selama sepekan yang paling baik. Kondisi Geopolitik di Iran dan Nigeria serta Yunani menjadi isu yang dominan dalam perdagangan minyak terkini. Perkembangan itu masih di kombinasikan dengan data-data ekonomi domestik AS yang membuat Dolar AS fluktuatif dan berakhir melemah. Pasar justru mengabaikan data-data mengenai permintaan gasoline, suplai dan distribusi minyak di AS. Indek dollar menurun ke 78.553 dari sebelumnya di angka 79.012. Dolar yang melemah akan menguntungkan pelaku pasar dari Negara-negara dengan denominasi bulan Dolar AS. Secara

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

GBPUSD: Rallies, Set To Strengthen Further With Eyes On The 1.5929 Level.

Having ended its three-day correction and triggered a rally during Tuesday trading session, GBP is challenging its key resistance zone at the 1.5882/5 levels. A decisive break and close above here will pave the way for further strength towards its Nov 15'2011 high at 1.5929. Further out, the 1.6074... FF News: Technical

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

EUR/USD Trading Up Near Consolidation Resistance Area Around 1.32

The EUR/USD chart in the 1H time-frame shows a bullish market since tagging last week's low. We basically have a consolidation range with lower support near 1.3030 (starting 1.3070) and higher resistance near 1.3230 (starting at 1.32). Our count for this consolidation has been a completed double 3,... FF News: Technical

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Terimbas Penyelesaian Krisis Utang Yunani, IHSG Melemah

Foto Sugeng/Financeroll Financeroll – Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil bangkit ke zona aman dan terpaksa turun 19 poin meski sudah adanya aksi beli jelang penutupan. Investor masih menunggu konfirmasi penyelesaian krisis utang Yunani. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.975 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.990 per dolar AS. Penguatan indeks hanya sementara, tak lama setelah naik ke posisi tertingginya di 3.986,380, IHSG langsung ambles ke zona merah. Aksi ambil untung kembali terjadi akibat situasi pasar yang belum kondusif. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 10,667 poin (0,27%) ke level 3.985,455. Sentimen negatif dari Yunani masih membayangi para pelaku pasar. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 37,997 poin (0,96%) ke level 3.936,791 akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Saham-saham berbasis agrikultur menjadi penopang

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com