Analisa Fundamental Harian – Index Saham Asia

Di perdagangan pekannya, ketiga bursa regional Asia ditutup rally panjang lagi, terdorong bahwa proses pengalihan obligasi lama Yunani ke yang baru yang akan dilakukan bank sentral Uni Eropa, ECB, mendorong rasa optimis bursa bahwa ancaman gagal bayar Yunani di Maret nanti sedikit teratasi. Nikkei kembali rally dan ditutup tertinggi sejak 6 bulan lalu, mengikuti perbaikan ekonomi US yang mulai menampakkan hasil dimana konsentrasi tenaga kerja dan property US yang membaik, sehingga dapat dibayangkan bahwa konsumsi US juga naik sehingga prosesi eksport Jepang ke Negara Paman Sam akan semakin naik lagi hasilnya, ditambah lagi konsentrasi penuh dari bank sentral Jepang untuk keluar dari kondisi deflasinya. Seirama dengan Nikkei, Hangseng juga ditutup menguat dan berhasil mencatat rekor tertingginya hampir 7 bulan terakhir perdagangannya dengan dorongan prosesi bailout Yunani semakin mendekati kesepakatan yang sedang ditunggu kepastiannya di Senen nanti. Penguatan Hangseng sendiri didorong

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Dolar terkoreksi oleh menguatnya isu kesepakatan Eropa.

Financeroll – Harapan yang tinggi dari pasar akan kesepakatan Eropa mengenai bantuan Yunani membuat Euro menguat, akibatnya Dolar AS terkoreksi pada perdagangan EUR/USD. Meski demikian, Dolar masih kuat paska pernyataan Gubernur Bank of Japan terhadap Yen Jepang. Dalam perdagangan EUR/USD, Euro dobeli pada harga $ 1.3148, naik dari sebelumnya di $ 1.3141 meski sepanjang pekan ini Euro diperdagangkan melemah 0.4% dari minggu sebelumnya. Indek Dolar sendiri naik ke angka 79.388, dari sebelumnya di 79.333. Diawal perdagangan sempat turun ke 79.150 dan akhirnya minggu ini mampu mencatat kenaikan sebesar 0.3%. Poundsterling naik $ 1.5831, dari sebelumnya di $ 1.5804. Kenaikan ini setelah data ekonomi Inggris menunjukkan bahwa terjadi lonjakan yang tak terduga pada penjualan ritel sepanjang bulan Januari sebesar 0.9% . Akhirnya Poundsterling diperdagangkan dikisaran 0.5% lebih tinggi pada minggu ini. Yen melemah paska pernyataan Gubernur Bank Sentral Jepang, Mazaki Shirakawa yang

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

GBPUSD terkoreksi namun masih cenderung naik

GBPUSD terkoreksi setelah naik ke level tertinggi sejak 9 Pebruari di 1.5862. Terlihat pada H1 chart GBPUSD kini berada di atas MA 200-jam di 1.5780 yang selanjutnya akan menjadi support pertama bagi pergerakan intraday. Di zona yang sama terdapat level 38.2% Fibonacci retracement dari trend naik intraday GBPUSD sejak kemarin hingga hari ini. Biasanya cluster supports seperti ini tidak mudah ditembus. GBPUSD berpeluang untuk sideways dalam beberapa jam ke depan. Financeroll

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Harga emas terkoreksi, pasar tunggu kesepakatan Eropa besok.

Financeroll – Harga emas ditutup pada Jumat (17/02) menurun setelah kehilangan daya tariknya atas menguatnya perkiraan tercapainya kesepakatan antar pemimpin Eropa untuk membantu Yunani pada minggu depan. Para pialang juga mempertimbangkan data ekonomi AS yang menunjukkan kenaikan harga minyak bersamaan dengan kenaikan indek harga konsumsi AS meski kenaikan ini kurang dari yang diperkirakan sejak awal bulan lalu. Harga komoditi emas untuk kontrak bulan Desember, turun $ 2.50, atau sekitar 0.1%, berakhir di $ 1,725.90 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange. Pada minggu ini, perdagangan emas berlangsung datar saja. Para pialang lebih bersikap menunggu hasil pembicaraan antar pemimpin Eropa yang akan diumumkan Senin besok. Pasar terlanjur sepi dan beberapa pialang melakukan aksi ambil untung untuk mengurangi lonjakan harga disaat bursa AS libur panjang. Sepanjang 12-18 bulan ini, Emas menguat dengan perannya sebagai safe haven yang paling menonjol untuk

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com

Harga Minyak Naik, kombinasi isu Timur Tengah dan Yunani

Financeroll – Harga minyak mentah pada penutupan perdagangan Jumat (17/02) ditutup naik atas naiknya kekhawatiran masalah Timur Tengah dan sikap optimis pialang atas kelanjutan permasalahan Yunani. Untuk komoditi dengan pengiriman bulan Maret, Harga minyak mentah AS naik 93 sen atau sebesar 0.9%, ke harga $ 103.24 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Ini merupakan harga minyak tertinggi sejak 10 Mei silam. Sepanjang minggu ini, harga minyak emntah juga telah naik 4.6% dan menjadi minggu kedua secara beruntun yang mengalami kenaikan. Pekan ini mencatat kenaikan terbesar sejak 23 Desember silam. Menguatnya pasar juga oleh sentiment fundamental AS, dimana data ekonomi AS terbaru menunjukkan adanya kenaikan yang berarti bagi sektor tenaga kerja, perumahan dan manufaktur. Ini membuat pasar percaya diri bahwa permintaan minyak dan produk turunannya secara domestik AS akan membaik. Sentimen positif ini ditambah dengan keyakinan pasar bahwa drama bantuan Yunani akan berakhir

Baca Selebihnya @ FBSForexIndonesia.com